Mengenal Tentang Properti Syariah

Semakin maraknya umat muslim untuk kembali kepada agama yang lurus tidak terlepas dari system transaksi yang kini mulai di minati karena banyak unsur bertentangan dengan syariat islam, salah satunya adalah system pembelian rumah dengan system syariah.

Skema syariah pada transaksi property menawarkan banyak kelebihan meski ada kekurangan yang terpenting adalah anda terbebas dari murka allahutaala dan mendapatkan keberkahan lahir dan batin.

Baik langsung saja, berikut ini berkahproperti123 akan coba mengulas satu persatu isi dari skema syariah yang saat ini sedang kami perjuangkan, di ambil dari beberapa sumber terpercaya dan bisa di pertanggung jawabkan

Pengertian Properti Syariah

Secara umum sebenarnya perumahan syariah adalah bagaimana sebuah transaksi jual beli antara pembeli dan penjual dapat terjadi sesuai aturan yang telah di tetapkan dalam agama islam, tidak ada riba tidak ada salah satu yang di rugikan juga tidak boleh bertentangan dengan aturan resmi agama islam baik dalam alquran maupun hadits

Jadi, jangan salah ya, yang dimaksud dengan properti syariah sebenarnya lebih kepada skema kepemilikannya syariah.

Secara umum, properti syariah adalah jenis properti yang sistem transaksinya dijalankan sesuai dengan syariah Islam. Properti syariah atau biasa disebut dengan KPR syariah merupakan skema kepemilikan hunian dengan menggunakan akad-akad yang sesuai dengan syariah islam.

Inilah beberapa hal yang membedakan properti syariah dengan konvensional .

Anda bisa mengenali konsep properti syariah dari beberapa hal, antara lain:

Proses Jual beli tidak melalui pembiayaan Bank

Dalam hal ini seluruh transaksi hanya terjadi antara pihak pembeli dan developer bahkan seluruh proses pembangunan di kerjakan oleh pihak developer atau investor yang bekerjasama dengan developer tersebut tanpa sedikitpun pembiayaan dari Bank.

Skema atau akad yang di pakai pada properti syariah

Dalam hal pembangunan rumah perumahan berbasis syariah memakai akad istisna atau pesan bangun atau bahasa umumnya adalah indent . Dikutip dari OJK, istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan dan penjual.

Saat menginginkan rumah di perumahan syariah, Anda perlu memesannya terlebih dahulu dan membayarnya dengan tunai atau cicilan. Saat melakukan kesepakatan di awal akad, pihak developer akan menunjukkan harga perumahan syariah yang sifatnya tetap, atau nilainya tidak akan berubah.

Konsep Properti Syariah

Berikut ini adalah beberapa konsep yang melandasi properti syariah :

Tanpa Bank

Dalam hal ini seluruh system jual beli antara pembeli dan developer sama sekali tidak menggunakan pembiayaan bank apapun baik syariah maupun konvensional

Transaksi yang terjadi adalah murni konsumen sebagai pembeli dan developer sebagai penjual. Dalam transaksi jual beli dalam properti syariah, konsumen juga tidak dibebankan biaya administrasi.

Tidak Memakai BI Checking

Dengan adanya tanpa BI Checking hampir semua pihak memiliki perumahan berbasis syariah apapun itu profesinya dengan catatan dia bisa dan mampu serta punya reputasi yang bagus

Developer properti syariah biasanya mempunyai sistem tersendiri untuk mengecek kemampuan pembeli

Tanpa Bunga

Cicilan rumah dengan KPR syariah bersifat flat (tetap) setiap bulannya hingga pembayaran cicilan lunas. Jangan bingung jika ada perbedaan harga pembelian secara tunai dan harga cicilan, karena ini masih diperbolehkan secara syariah.

Tanpa Denda

Jika Anda telat membayar cicilan, developer akan menghubungi untuk memberitahukan, hingga memberi peringatan sebagai pengingat Anda untuk berkomitmen untuk membayar cicilan. Tidak seperti KPR konvensional yang menerapkan denda saat Anda telat membayar cicilan.

Tanpa Sita

Khawatir Anda tidak dapat melunasi cicilan, padahal Anda telah menempati rumah? Tidak perlu cemas, karena developer tidak akan menyita rumah Anda. Biasanya developer akan menyarankan untuk menjual rumah atau membantu Anda menjual rumah.

Tanpa Akad Yang Bermasalah

Tanpa adanya pihak ketiga, atau bank konvensional, maka akad berlangsung antara konsumen dan developer. Akad yang dilakukan jika unit rumah belum tersedia adalah akad istishna’ (indent) dan hunian dapat dibeli tunai.

Jika unit rumah telah tersedia, maka Anda dapat membeli dengan cara kredit. Sudah pasti ada perbedaan harga antara harga tunai dan harga kredit atau cicilan.

Demikian sekilas gambaran dari apa itu properti syariah, silahkan yang sedang mencari perumahan berbasis syariah bisa kontak team berkahproperti123.com

Info Lanjut Klik

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *