fbpx
Tips Memilih Tanah Properti – Menghadap Timur

Tips Memilih Tanah Properti – Menghadap Timur

Bismillah

kita bertemu lagi kali ini pada tulisan selanjutnya bagaimana memilih tanah atau rumah yang sesuai atau yang menguntungkan kita .

pada tulisan terdahulu saya telah memberikan sedikit tulisan mengenai bagaimana memilih tanah dan type tanah atau properti apa saja yang layak anda beli antara lain adalah tentang tanah dengan lokasi tusuk sate dan tanah berdekatan dengan rumah sakit, silahkan klik pada masing-masing link diatas untuk menyimaknya

kali ini saya akan sedikit menulis tentang tips memilih tanah atau rumah berdasar dengan posisi tanah tersebut, dalam artian menghadap timur,barat, selatan atau utara .

Rumah Hadap Selatan
Rumah Hadap Selatan

Rumah, apartemen, atau hunian lain yang menghadap ke selatan dinilai paling baik dan nyaman. Teras dan bangunan depan rumah lebih sering teduh, karena posisi matahari lebih banyak di bagian utara. Sedangkan bagian belakang rumah akan diterpa mentari pagi. Posisi yang pas dan bisa digunakan untuk menjemur pakaian.
Rumah pun tak akan lembap dan menyehatkan, karena bagian samping mendapatkan cahaya yang maksimal. Di bagian barat terkena sinar matahari sore dan di timur mendapatkan matahari pagi.

2. Rumah Hadap Utara

Arah hadap ini juga cukup banyak diminati dan terbilang menyehatkan. Teras rumah akan banyak mendapatkan sinar matahari pagi. Namun, sebaiknya Anda memerhatikan desain yang tepat agar cahaya tidak berlebihan dan justru mengganggu. Misalnya, menambahkan kanopi atau menanam tanaman agar rumah tak mendapatkan terik matahari langsung.
Bagian belakang rumah relatif teduh, namun kurang pas bila digunakan menjemur pakaian. Lokasi jemuran bisa diterapkan pada sisi timur rumah untuk cahaya pagi atau barat untuk cahaya sore.

3. Rumah Hadap Timur

Saat pagi sebelum jam sembilan, rumah akan mendapatkan sinar matahari yang menyehatkan. Ini tentu poin plusnya. Namun sayangnya di atas jam 9 pagi, rumah berubah suhu jadi hangat hingga panas. Kondisi yang kuran nyaman, apalagi bila hunian tinggal berada di dataran rendah dan perkotaan yang cenderung berudara panas.
Untuk mengatasinya, solusi bisa memakai kanopi atau tanaman yang meneduhkan halaman depan rumah. Posisi jemuran diletakkan di sebelah utara untuk mendapatkan cahaya maksimal.

4. Rumah Hadap Barat

Posisi hadap rumah ini terbilang yang paling kurang baik untuk rumah tinggal. Namun, jangan berkecil hati bila rumah Anda menghadap barat, karena solusi mengatasinya sudah banyak dibagikan.
Rumah hadap barat sulit mendapatkan sinar matahari pagi dan membuat interior kurang sehat. Solusinya, manfaatkan pintu belakang yang mendapatkan cahaya dengan membuka jendela atau membuat ruang terbuka.
Untuk lokasi menjemur bisa memilih di bagian utara. Rumah hadap barat juga terkenal panas dan solusi terbaiknya ialah menanam pohon di depan rumah. sumber : https://www.rumahku.com/artikel/read/mengenal-kelebihan-dan-kekurangan-letak-arah-hunian-413593/4

Demikian sekilas tentang bagaimana memilih posisi arah mata angin untuk hunian anda .

Tips memilih tanah/properti yang tepat – Lokasi Tanah Tusuk Sate

Tips memilih tanah/properti yang tepat – Lokasi Tanah Tusuk Sate

bagi sebagian orang yang jarang bermain properti atau tidak fokus di bisnis properti maka akan bingung atau tidak ambil peduli dengan istilah tanah tusuk sate, padahal ada sebagian orang yang mengatakan bahwa jenis tanah ini sangat tidak di rekomendasikan, betulkah itu ? Mari kita simak penjelasannya dari berbagai sumber

Lokasi tanah tusuk sate adalah lokasi di mana Lokasi rumah yang berhadapan langsung dengan jalan tegak lurus sehingga secara ilmiah lebih rentan terhadap berbagai hal buruk atau kurang kita inginkan, misalnya aliran debu,pantulan cahaya dan sejenisnya seolah langsung lokasi tusuk sate tersebut , akan tetapi jangan khawatir karena semua itu pasti ada solusinya .

  • Jangan tempatkan pintu dan jendela dalam posisi menghadap jalan, melainkan di samping. Sirkulasi udara yang berasal dari samping akan membuat debu dan kotoran nggak langsung masuk ke dalam rumah.
  • karen rawan tertimpa kecelakaan maka perhatikan area depannya dengan membangun taman atau kolam ikan yang sekirang jika ada sebuah insiden tidak langsung menimpa kita atau rumah kita
  • mitos lain adalah seret rezeki mungkin jika di maksudkan buat bisns jual beli karena memang butuh dana yang banyak jika baru mulai membangun di karenakan untuk meminimalisir resiko tersebut diatas, solusinya adalah buat perencanaan yang matang dengan arsitek dan kontraktor yang handal sehingga ketika membangun rumah di lokasi ini bisa optimal .

demikian sedikit ulasan tentang tips memilih tanah atau properti dengan lokasi tusuk sate, semoga bermanfaat

Nasehat Seputar Wabah Corona

Persiapkan diri menghadap Ilahi. Kita tidak tahu apa yg akan terjadi setelah ini, apakah kita termasuk yg selanjutnya, Wallahu alam, yg jelas, persiapkan diri dan bekal untuk menginggalkan dunia ini. Pengingat diri untuk pribadi, sebelum untuk saudara²ku ㅤㅤㅤㅤㅤ Jazakallah Khairan wa barakallahu fiik Ustadz Syafiq Riza Basalamah M.A ㅤㅤㅤㅤㅤ #kajiancorona #nasehatcorona #ustadzsyafiqrezabasalamah

Tips memilih lahan untuk investasi atau bisnis properti-Lahan Dekat Rumah Sakit

Tips memilih lahan untuk investasi atau bisnis properti-Lahan Dekat Rumah Sakit

bismillahirohmanirrahim

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allahutaala masih di berikan nikmat iman dan nikmat sehat pada hari ini .

pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi pengetahuan yang berkaitan dengan tips tips investasi yang i ketahui dari berbagai literatus yang pernah saya pelajari juga berdasar pengalaman atau pengamatan .

pada tulisan saat ini kita akan bahas mengenai investasi tanah untuk bisnis misalkan cluster atau perumahan yang lokasinya berdekatan dengan rumah sakit.

lahan yang berdekatan dengan rumah sakit terkadang punya nilai positif tapi bisa juga nilai negatif, dalam sisi bisnis untuk perumahan misalnya jika lahan tersebut tidak terlalu mepet dengan rumah sakit pada umumnya maka akan menjadi nilai plus, minimal berjarak 200 m dari lokasi rumah sakit .

karena apa, kalau terlalu dekat atau nempel penghuni akan tidak nyaman karena sering mendengar bunyi sirine ambulan, sering ngeliat orang sakit, orang meninggal dan lain lain

sedangkan jika jarak kita dengan rumah sakit radius 200 meter lebih maksimal 1 km , tentu nilai positif karena ketika kita ada keperluan yang terkait ksehatan tidak terlampau jauh untuk menjangkaunya. Kemudian perlu di perhatikan juga bahwa, pastikan rumah sakitnya adalah rumah sakit umum ya bukan rumah sakit khusus semisal rumah sakit jiwa, rumah sakit khusus pernafasan atau rumah sakit untuk penyakit-penyakit tertentu yang sekiranya menimbulkan pranoid pada masyarat pada umumnya .

ok saat ini sedikit saja yang bisa saya tuliskna semoga bermanfaat .

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengertian Take Home Pay Dan Cara Menghitungnya

Pernah mendengar istilah take home pay atau THP? Bagi Anda yang berada di posisi karyawan maupun sebagai pemberi kerja, maka istilah itu tidak asing lagi di telinga. Secara harfiah, take home pay berarti penghasilan yang dibawa pulang ke rumah. Namun secara teori,  THP adalah pembayaran utuh yang diterima karyawan suatu perusahaan dengan penghitungan penambahan pendapatan rutin dan pendapatan insidentil dikurangi dengan komponen potongan gaji.

Namun, banyak yang keliru jika THP sama dengan gaji pokok. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda, baik dari segi pengertian dan nominal yang Anda dapatkan. 

Perbedaan Gaji Pokok dan Take Home Pay

Gaji pokok berbeda dengan take home pay. Gaji pokok merupakan salah satu komponen dalam penghasilan yang didapatkan oleh karyawan. Besarannya ditetapkan dengan mempertimbangkan tingkat atau jenis pekerjaannya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, besaran gaji pokok paling sedikit 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap.

Ada pula yang menyebutkan kalau THP sama dengan pendapatan rutin. Seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, besaran THP didapatkan dari penghitungan pendapatan rutin maupun pendapatan insidentil dikurangi komponen potongan. Dalam hal ini, pendapatan rutin merupakan sejumlah komponen gaji yang diterima tetap oleh karyawan setiap bulannya. Komponen gaji itu sendiri sudah disebutkan di awal sebelum bekerja dan disepakati kedua belah pihak, terdiri dari gaji pokok tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap.

Sedangkan pendapatan insidentil merupakan pendapatan yang diterima secara tidak tetap karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti prestasi karyawan dan laba perusahaan. Jadi, pendapatan insidentil ini tidak akan diterima setiap bulannya, dan masing-masing karyawan akan mendapatkan besaran yang berbeda. Contohnya, bonus dan uang lembur.

Lalu, THP merupakan penghasilan yang diterima oleh karyawan yang sudah dikurangi oleh komponen potongan, seperti iuran BPJS dan pajak penghasilan pasal 21. Beban lain seperti utang karyawan pada perusahaan juga dapat menjadi komponen pemotong gaji.

Anda dapat membaca lebih lengkap seputar komponen gaji di artikel berikut, “Ini 5 Komponen Gaji yang Perlu Anda Ketahui dalam Sistem Pengupahan“.

Cara Menghitung THP

Secara sederhana, rumus menghitung THP adalah:

(Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidentil) – (Komponen Pemotong Gaji) = Besaran Take Home Pay

Untuk lebih mudahnya, mari melihat contoh slip gaji berikut.

Apa arti istilah take home pay? Apakah sama dengan gaji pokok yang Anda terima setiap bulan? Cari tahu arti take home pay dan cara menghitungnya di sini!

Pada contoh slip gaji yang menggunakan aplikasi OnlinePajak di atas, terdapat beberapa informasi komponen gaji beserta nominalnya. Lalu, mana yang merupakan THP karyawan?

Total pendapatan karyawan penerima slip gaji adalah Rp13,259,862. Ini merupakan jumlah pendapatan rutin ditambah pendapatan insidentil.

Sedangkan total pemotongan sebesar Rp1,292,509 merupakan komponen pemotong total pendapatan. 

Gaji bersih adalah sebesar Rp12,000,000. Ini merupakan nominal take home pay yang diterima oleh karyawan.

Kemudahan Penghitungan Gaji Karyawan

Jika berada di posisi staf HR atau finance, Anda perlu menghitung komponen potongan gaji secara akurat sehingga bisa mendapatkan jumlah pendapatan atau gaji bersih karyawan. Seringkali staf HR atau finance merasa kebingungan dalam menghitung pajak penghasilan pasal 21 dan iuran BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Anda dapat memperingkas proses penghitungan ini dengan menggunakan Aplikasi PPh 21 di OnlinePajak. 

Anda dapat menghitung PPh 21, iuran BPJS, dan gaji bersih karyawan secara akurat dan otomatis hingga melaporkan SPT pada negara (e-Filing). Coba sekarang dengan klik di sini!

Kesimpulan

Take home pay atau THP merupakan pembayaran utuh yang diterima karyawan suatu perusahaan dengan penghitungan penambahan pendapatan rutin dan pendapatan insidentil dikurangi dengan komponen potongan gaji. THP berbeda dengan gaji pokok, pendapatan rutin, dan pendapatan insidentil. Secara sederhana, Anda dapat mengatakan kalau THP merupakan pendapatan bersih yang Anda terima setiap bulannya.

Anda dapat menghitung THP dengan rumus:

(Pendapatan Rutin + Pendapatan Insidentil) – (Komponen Pemotong Gaji) = Besaran Take Home Pay.

sumber : https://www.online-pajak.com/take-home-pay

bisnis properti syariah bakal tumbuh di atas 10 persen

bisnis properti syariah bakal tumbuh di atas 10 persen

Bisnis.com, JAKARTA – Minat masyarakat dalam permintaan perumahan berbasis syariah berpotensi terus meningkat setiap tahunnya.
Wasekjen Realestate Indonesia (REI) Bidang Perbankan Syariah Royzani Syachril mengatakan bahwa saat ini tren perumahan syariah tengah berkembang di hampir setiap daerah.


“Pertumbuhannya [diperkirakan] lebih dari 10 persen. Kita lihat di masing-masing daerah sudah mengarah ke syariah,” katanya saat dihubungi pada Jumat (28/2/2020).
Menurut Royzani, tren meningkatnya permintaan masyarakat terhadap perumahan syariah juga didorong oleh banyaknya anggota REI yang hijrah ke bisnis properti syariah.
Sejauh ini, dia mengungkapkan ada sekitar 2.000 anggota REI yang masuk dalam kategori sebagai pengembang syariah. Adapun dalam catatan Bisnis, REI memiliki sekitar 6.000 anggota di seluruh Indonesia.
“Itu yang sudah jadi anggota REI menjadi pengembang dengan sistem syariah, baik itu sistem akad-nya dan kerja sama dengan perbankan syariah,” jelasnya.
Royzani mengatakan pihaknya akan terus mengedukasi para pengembang properti syariah lainnya yang belum tergabung dengan asosiasi REI agar tak menyebabkan salah kaprah.Alasannya, menurut dia, tingginya minat masyarakat terhadap perumahan syariah sering kali dimanfaatkan oleh oknum pengembang untuk mengambil ceruk keuntungan dengan embel-embel syariah. 
Dia pun mengaku terus mengajak para pengembang agar masuk asosiasi REI agar masyarakat dapat lebih percaya terhadap citra perusahaan dan properti syariah tidak menjadi ajang kedok yang berujung penipuan.
“Masih di crosscheck [berapa anggota baru yang masuk di segmen syariah]. Karena masih menginjak awal tahun dan divisi bidang properti syariah baru terbentuk di REI,” ucapnya.
Berdasarkan riset Rumah.com Property Outlook 2020, pembelian dan pembiayaan rumah berbasis syariah mulai populer terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal ini makin memudahkan para pengembang bodong untuk melakukan penipuan lantaran umumnya MBR belum memiliki cukup informasi terkait dengan pembelian dan pembiayaan rumah berbasis syariah.
“Kebanyakan responden Rumah.com menjawab memilih syariah agar bisa bebas riba, supaya merasa lebih comply pada aturan agama dan tenang karena syariah cicilannya lebih ketat dan stabil. Ini potensinya semakin besar,” ungkap Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan. Sumber:  https://ekonomi.bisnis.com/read/20200228/47/1207196/bisnis-properti-syariah-bakal-tumbuh-di-atas-10-persen 

DPS Tawarkan Properti Syariah Anti Riba

DPS Tawarkan Properti Syariah Anti Riba

WE Online, Bandung –

Kebutuhan umat muslim terhadap rumah dengan skema pembelian yang sesuai syariah semakin meningkat. Properti syariah dengan konsep kepemilikan  tanpa bank, tanpa sita, tanpa Denda, tanpa BI Checking, tanpa Bunga dan tanpa Akad Bathil menjadi solusi bagi masyarakat muslim. 

Guna memenuhi kebutuhan umat muslim, Developer Property Syariah (DPS), Penggagas Pertama Developer Property Syariah di Indonesia menginisiasi dilakukannya agenda gathering super akbar di 10 kota besar termasuk Kota Bandung yang digelar di HIS Balai Sartika Convention Hall Bandung, Senin (9/3/2020).  

Founder Developer Property Syariah, Muhammad Rosyid Aziz mengatakan, acara Gathering Super Akbar ini DPS Wilayah Jawa Barat ingin memperkenalkan kurang lebih 17 project anggota DPS yang berlokasi di Bandung dan sekitarnya, yang telah diverifikasi dan lolos uji oleh tim DPS Pusat.

“Lolos uji ini sudah dicek sisi akad, keuangan maupun manajemen project,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat makin mengenal konsep property syariah yang aman dari sisi bisnisnya dan sisi akad-akadnya yang digunakan, sehingga masyarakat bisa memilah-milah property  syariah atau bukan termasuk kelayakannya. 

“Masyarakat sudah tidak perlu takut lagi akan oknum-oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab seperti kabar yang beredar dan sedang ramai diberitakan serta sedang beredar di media masa akhir-akhir ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bisnis properti yang dijalankan sama sekali tak bersinggungan dengan bank, tidak ada sistem denda, bahkan tidak ada asuransinya. 

Lalu, bagaimana bila konsumen susah membayar cicilan karena tidak ada mekanisme denda? Selain itu, apakah dengan tanpa adanya asuransi pelanggan lebih memilih developer lain yang memberikan jaminan asuransi? 

Menurutnya, kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Dia mengatakan, tanpa adanya denda, kebanyakan developer takut tertipu oleh konsumen nakal. Padahal, meski sudah ada denda pun masih banyak developer yang tertipu oleh konsumen nakal tersebut. 

Sedangkan denda itu, tidak ada dalam sepanjang sejarah kehidupan Islam mulai zaman Rasulullah SAW. Sebab, denda dia masukkan ke dalam golongan riba.

“Maka dari itu kita harus melakukan verifikasi konsumen dengan dua poin, yaitu mampu dan amanah,” tuturnya.

Dalam Gathering Super Akbar ini juga guna memastikan akad-akad syariah dengan para pihak terpenuhi, akuisi lahannya sudah tepat, legalitas lahan dan proses perizinannya serta yang sangat penting adalah apakah strategi keuangan dalam penyusunan perhitungan dan proyeksi cashflow projectnya sudah akurat.

Salain itu khusus strategi keuangan, verifikasi dilakukan sangat detail. Ini guna menghindari apa yang dilakukan oleh sekitar puluhan developer dengan puluhan lokasi projek yang telah menghubungi Developer Property Syariah untuk dibantu urusan keuangannya. 

Acara ini juga mengundang kurang lebih 2.500 orang calon konsumen dan para penggiat Property, serta para aktivis dakwah di sekitar Bandung dan sekitarnya.

“Selain bertujuan untuk memperkenalkan 500 project yang saat ini sudah dimiliki anggota DPS kepada masyarakat juga bertujuan untuk memberikan edukasi akan bahaya melakukan transaksi atau memiliki asset properti dengan cara yang tidak sesuai dengan kaidah syariah,” pungkasnya.

sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read275695/dps-tawarkan-properti-syariah-anti-riba/2

Property Syariah DPS Aman Secara Bisnis dan Akad

Property Syariah DPS Aman Secara Bisnis dan Akad

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Property syariah dengan konsep kepemilikan Tanpa Bank, Tanpa Sita, Tanpa Denda, Tanpa BI Checking, Tanpa Bunga dan Tanpa Akad Bathil menjadi solusi bagi masyarakat muslim. Hal ini karena kebutuhan umat terhadap rumah dengan skema pembelian yang sesuai syariah semakin meningkat.

Untuk memuaskan dahaga umat, Developer Property Syariah, Penggagas Pertama Developer Property Syariah di Indonesia menginisiasi dilakukannya agenda gathering super akbar di 10 kota besar termasuk Kota Bandung yang digelar di HIS Balai Sartika Convention Hall Bandung, Minggu (8/3/2020).

Founder Developer Property Syariah, Ustaz H. Ir. Muhammad Rosyid Aziz mengatakan, acara Gathering Super Akbar ini Developer Property Syariah (DPS) Wilayah Jawa Barat ingin memperkenalkan kurang lebih 17 project anggota DPS yang berlokasi di Bandung dan sekitarnya, yang telah diverifikasi dan lolos uji oleh tim DPS Pusat.

“Lolos uji ini sudah dicek sisi akad, keuangan maupun manajemen project,” ujar Ustaz Rosyid.

Menurut dia, masyarakat makin mengenal konsep property syariah yang aman dari sisi bisnisnya dan sisi akad-akadnya yang digunakan, sehingga masyarakat bisa memilah-milah property syariah atau bukan, layak maupun yang tidak layak.

“Masyarakat sudah tidak perlu takut lagi akan oknum-oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab seperti kabar yang beredar dan sedang ramai diberitakan serta sedang beredar di media masa akhir-akhir ini,” tandasnya.

Lebih jauh ia memaparkan, bisnis properti yang dijalankan sama sekali tak bersinggungan dengan bank, tidak ada sistem denda, bahkan tidak ada asuransinya.

Lalu muncul di benak kita, bagaimana bila konsumen susah membayar cicilan karena tidak ada mekanisme denda? Selain itu, apakah dengan tanpa adanya asuransi pelanggan lebih memilih developer lain yang memberikan jaminan asuransi?

Menurut Rosyid, kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Dia mengatakan, tanpa adanya denda, kebanyakan developer takut tertipu oleh konsumen nakal. Padahal menurut Rosyid meski sudah ada denda pun masih banyak developer yang tertipu oleh konsumen nakal tersebut.

Sedangkan denda itu, dia mengatakan, tidak ada dalam sepanjang sejarah kehidupan Islam mulai zaman Rasulullah SAW. Karena itu, denda dia masukkan ke dalam golongan riba.

Lantas apa saja yang harus dilakukan? “Maka dari itu kita harus melakukan verifikasi konsumen dengan dua poin, yaitu mampu dan amanah,” tuturnya

Dalam Gathering Super Akbar ini juga guna memastikan akad-akad syariah dengan para pihak terpenuhi, akuisi lahannya sudah tepat, legalitas lahan dan proses perizinannya serta yang sangat penting adalah apakah strategi keuangan dalam penyusunan perhitungan dan proyeksi cashflow projectnya sudah akurat.

Salain itu khusus strategi keuangan, verifikasi dilakukan sangat detail. Ini guna menghindari apa yang dilakukan oleh sekitar puluhan developer dengan puluhan lokasi projek yang telah menghubungi Developer Property Syariah untuk dibantu urusan keuangannya.

Dalam acara yang tidak dipungut biaya seperserpun alias GRATIS oleh panitia ini dan mengundang kurang lebih 2.500 orang calon konsumen dan para penggiat Property, serta para aktivis dakwah di sekitar Bandung dan sekitarnya.

Acara ini selain bertujuan untuk memperkenalkan 500 project yang saat ini sudah dimiliki anggota DPS kepada masyarakat juga bertujuan untuk memberikan edukasi akan bahaya melakukan transaksi atau memiliki asset property dengan cara yang tidak sesuai dengan kaidah syariah.

(arh)

sumber : https://www.radarbandung.id/ekbis/2020/03/08/property-syariah-dps-aman-secara-bisnis-dan-akad/

5 Alasan Kenapa Rumah Syariah Diminati Banyak Orang

5 Alasan Kenapa Rumah Syariah Diminati Banyak Orang

Akhir akhir ini, rumah syariah sedang banyak bermunculan dimana-mana. Baik itu rumah dengan ukuran sederhana,  hingga ukuran besar dan mewah pun tersedia di berbagai lokasi di kota-kota besar di Indonesia.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Banyaknya penawaran rumah di kavling syariah sejalan dengan permintaan masyarakat.  

Bahkan dilansir dari Bisnis.com, minat masyarakat untuk mengambil pembiayaan pemilikan rumah (KPR) syariah makin besar tiap tahun. Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah (SPS), pembiayaan bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) untuk pemilikan rumah tinggal per Agustus 2019 telah mencapai Rp77,72 triliun.

Nilai ini tumbuh 14,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan KPR secara industri yang sebesar 10,77 persen yoy.

Pertanyaannya, kenapa rumah syariah diminati oleh banyak orang? Padahal, banyak pemberitaan buruk seputar developer perumahan syariah, seperti penipuan rumah fiktif misalnya. Ternyata, ada sejumlah alasan kenapa orang-orang menyukai perumahan syariah. 

Banyak penipuan, ternyata ini kenapa rumah syariah masih banyak diminati

1. Bebas riba karena menggunakan prinsip bagi hasil

Sistem bunga yang terdapat pada KPR rumah konvensional mengandung proses riba yang dilarang dalam syariah Islam. Sedangkan pada kavling syariah, kamu dapat mencicil rumah tanpa prinsip bunga, namun secara kesepakatan bagi hasil dengan pihak penjual. 

Biasanya pihak penjual akan memberikan besaran bagi hasil yang tidak terlampau tinggi dan lebih murah daripada bunga bank. 

2. Mengutamakan prinsip kekeluargaan

Sesuai dengan prinsip syariah, developer perumahan syariah tidak boleh menerapkan aturan denda, sita ataupun cara-cara represif lainnya. Membeli properti berbasis syariah ini mengutamakan prinsip kekeluargaan dalam praktiknya. 

Sehingga apabila dalam suatu saat ada hal yang tidak diinginkan terjadi maka semuanya tentu dapat dibicarakan dengan cara kekeluargaan yang tentunya lebih nyaman dan aman.Baca juga: Mengenal Seluk Beluk Properti Syariah: Ciri Khas, Sistem KPR, Hingga Developer Syariah

3. Lingkungan yang tenteram

Biasanya penghuni dari kavling syariah sudah diseleksi secara ketat oleh pengembangnya. Ini dipastikan untuk menjaga lingkungan komplek tetap nyaman dan teratur. 

Hal ini tentu membuat rasa aman dan nyaman sebagai penghuni akan menjadi semakin tinggi karena lingkungannya terjaga.

4. Besaran DP dan cicilan yang bisa disesuaikan

Sesuai dengan prinsip syariah yaitu Mudharabah atau akad suka sama suka. Antara pembeli dan penjual bisa menegosiasikan DP dan Cicilan berdasar keinginan

Tidak harus terikat dengan DP minimal seperti yang disyaratkan cicilan KPR atau angsuran dalam jumlah tertentu. DP dan Cicilan kavling syariah jauh lebih fleksibel dan bisa dibicarakan dengan pihak pengembang.

5. Capital gain yang lebih tinggi saat investasi

Tren investasi syariah yang sedang naik daun tentu membuat daya tarik kavling berbasis syariah menjadi semakin naik. Oleh karena itu harga kavling syariah akan semakin mudah naik karena permintaan pasar yang tinggi akan kavling berbasis syariah ini

Nilai capital gain yang lebih tinggi ini tentu sangat menguntungkan untuk channel investasi jangka panjang.

Itu dia alasan kenapa banyak orang yang memilih rumah syariah ketimbang rumah biasa, baik itu untuk ditinggali atau untuk diinvestasikan. Dengan keunggulan keunggulan di atas tentu menjadikan kavling berbasis syariah punya daya tariknya sendiri di dunia properti. 

Kredit rumah syariah, bagaimana caranya?

Mungkin sebagian besar dari kamu bertanya-tanya bagaimana cara kredit rumah syariah. Ada banyak alternatif yang bisa dipilih. Bagi kamu yang berencana membeli properti syariah, simak skema sejumlah pembiayaannya berikut ini:

Mencicil langsung ke developer properti syariah

Cara pertama yang bisa dipilih adalah mencicil langsung melalui developer perumahan syariah. Metode pembiayaannya langsung dari pengembang, tak melalui pihak ketiga, dan tentu saja seluruh skema pembiayaan merujuk dari syariah Islam. Biasanya, tenor cicilan mirip seperti halnya bank yaitu berkisar 10-15 tahun. 

Membayar secara tunai bertahap

Cara kedua adalah dengan cara tunai bertahap. Dalam skema ini, kamu dan developer saling menyepakati bahwa kamu akan membayar rumah tersebut secara bertahap.

Berbeda dengan cara sebelumnya, dalam skema tunai bertahap tenornya lebih singkat, di kisaran 1-5 tahun. Cicilan yang harus dibayarkan lebih besar dibandingkan cicilan pada umumnya karena tenornya lebih singkat. 

Membayar dengan skema KPR bank syariah

Cara terakhir adalah menggunakan KPR dari bank syariah. Dalam skema ini, kamu akan meminta bantuan bank syariah dalam hal pembiayaan rumah. Cara ini mirip-mirip dengan KPR konvensional, hanya saja bunga yang dikenakan tak akan berubah dan telah disepakati sejak awal oleh kedua belah pihak. 

sumber : https://artikel.rumah123.com/5-alasan-kenapa-rumah-syariah-diminati-banyak-orang-55727

%d bloggers like this: